Site icon LapakViral24

Angiosarkoma, Kanker Langka Agresif Dan Perlu Kewaspadaan

Angiosarkoma

Angiosarkoma, Kanker Langka Agresif Dan Perlu Kewaspadaan

Angiosarkoma Adalah Jenis Kanker Langka Dan Agresif Yang Berasal Dari Sel-Sel Pembuluh Darah Atau Pembuluh Getah Bening. Penyakit ini termasuk dalam kelompok sarkoma jaringan lunak dan di kenal memiliki perkembangan yang cepat serta tingkat kekambuhan yang tinggi. Karena sifatnya yang jarang dan gejalanya sering tidak spesifik, angiosarkoma kerap terlambat terdiagnosis.

Meskipun tergolong langka, Angiosarkoma membutuhkan perhatian khusus karena dapat menyerang berbagai organ tubuh dan sering kali sulit di tangani jika sudah berada pada stadium lanjut.

Angiosarkoma berkembang dari sel endotel, yaitu sel yang melapisi bagian dalam pembuluh darah dan pembuluh limfatik. Kanker ini dapat muncul di hampir seluruh bagian tubuh, tetapi paling sering ditemukan pada kulit, jaringan lunak, hati, payudara, dan jantung.

Penyakit ini pada kulit, khususnya di area kepala dan leher, merupakan bentuk yang paling sering di jumpai, terutama pada usia lanjut. Sementara itu, angiosarkoma organ dalam seperti hati dan jantung sering kali lebih sulit terdeteksi karena gejalanya samar.

Penyebab dan Faktor Risiko

Hingga kini, penyebab pasti Penyakit ini belum sepenuhnya di ketahui. Namun, sejumlah faktor risiko di ketahui dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami penyakit ini.

Salah satu faktor risiko utama adalah paparan radiasi, terutama pada pasien yang sebelumnya menjalani terapi radiasi untuk kanker lain. Penyakit ini dapat muncul bertahun-tahun setelah paparan radiasi tersebut.

Faktor lain yang berperan adalah limfedema kronis, yaitu pembengkakan jaringan akibat gangguan aliran getah bening. Kondisi ini sering di kaitkan dengan angiosarkoma pada lengan setelah tindakan medis tertentu.

Paparan bahan kimia tertentu, seperti vinil klorida dan arsenik, juga di kaitkan dengan angiosarkoma hati. Selain itu, faktor usia lanjut dan gangguan sistem kekebalan tubuh di duga turut berkontribusi.

Gejala Angiosarkoma

Gejala Penyakit ini sangat bervariasi tergantung pada lokasi tumor. Pada angiosarkoma kulit, gejala awal sering berupa memar atau bercak keunguan yang tidak kunjung sembuh. Lesi ini dapat membesar, menebal, dan mudah berdarah.

Jika Penyakit ini terjadi pada organ dalam, gejalanya sering tidak spesifik. Pasien dapat mengalami nyeri, pembengkakan, kelelahan, atau penurunan berat badan tanpa sebab jelas. Pada angiosarkoma hati, gejala dapat berupa nyeri perut, pembesaran hati, dan gangguan fungsi hati.

Karena gejalanya sering menyerupai kondisi lain yang lebih ringan, banyak kasus Penyakit ini baru terdeteksi pada tahap lanjut.

Diagnosis Angiosarkoma

Diagnosis Penyakit ini memerlukan kombinasi pemeriksaan klinis, pencitraan, dan analisis jaringan. Dokter biasanya melakukan pemeriksaan CT scan, MRI, atau USG untuk melihat ukuran dan penyebaran tumor.

Namun, diagnosis pasti hanya dapat di tegakkan melalui biopsi, yaitu pengambilan sampel jaringan tumor untuk diperiksa di laboratorium. Pemeriksaan histopatologi dan imunohistokimia sangat penting untuk membedakan angiosarkoma dari jenis kanker lain.

Penanganan dan Pengobatan

Penanganan Penyakit ini bergantung pada lokasi, ukuran tumor, serta stadium penyakit. Operasi pengangkatan tumor menjadi pilihan utama jika kanker masih terlokalisasi dan memungkinkan untuk diangkat secara menyeluruh.

Selain operasi, radioterapi dan kemoterapi sering di gunakan sebagai terapi tambahan atau utama, terutama pada kasus yang tidak dapat di operasi. Dalam beberapa tahun terakhir, terapi target dan imunoterapi juga mulai diteliti sebagai alternatif pengobatan, meskipun hasilnya masih bervariasi.

Karena sifat angiosarkoma yang agresif, pengobatan sering kali memerlukan pendekatan multidisiplin yang melibatkan dokter onkologi, bedah, dan radiologi.

Prognosis dan Tantangan

Secara umum, Penyakit ini memiliki prognosis yang kurang baik, terutama jika terdiagnosis pada stadium lanjut. Tingkat kekambuhan dan penyebaran ke organ lain relatif tinggi. Namun, peluang kesembuhan dapat meningkat jika kanker terdeteksi sejak dini dan di tangani secara optimal.

Tantangan utama dalam penanganan angiosarkoma adalah keterlambatan diagnosis dan keterbatasan terapi yang benar-benar efektif untuk semua pasien.

Angiosarkoma adalah kanker langka yang agresif dan sering kali sulit di kenali pada tahap awal. Pemahaman mengenai faktor risiko, gejala, dan pentingnya diagnosis dini sangat krusial untuk meningkatkan peluang keberhasilan pengobatan.

Exit mobile version