
BSI Minat Kembangkan Bisnis ETF Emas, Begini Persiapannya
BSI Terus Memperkuat Bisnis Emas Di Tengah Meningkatnya Minat Masyarakat Terhadap Instrumen Investasi Berbasis Logam Mulia. Setelah mengembangkan layanan bullion, cicil emas, gadai emas, dan simpanan emas, BSI kini mulai melihat peluang untuk memperluas bisnis melalui Exchange Traded Fund (ETF) emas.
ETF emas merupakan instrumen investasi yang memungkinkan investor mendapatkan eksposur terhadap harga emas melalui produk yang di perdagangkan di pasar modal. Jika rencana tersebut terealisasi, kehadiran ETF emas dapat menambah pilihan bagi masyarakat yang ingin berinvestasi pada emas tanpa harus menyimpan emas fisik secara langsung.
Bisnis Emas BSI Terus Bertumbuh
Minat BSI terhadap pengembangan produk emas tidak terlepas dari pertumbuhan bisnis bullion yang cukup signifikan. Hingga Juni 2026, jumlah nasabah bullion BSI meningkat sekitar 700 persen secara tahunan menjadi 1,3 juta orang. Sementara itu, fee-based income dari bisnis emas melonjak 712 persen secara tahunan. BSI juga mencatat perdagangan emas mencapai 8,06 ton hingga Juni 2026. Perkembangan tersebut memperkuat posisi BSI sebagai salah satu pemain utama dalam ekosistem bullion nasional.
Pertumbuhan tersebut menjadi modal penting bagi BSI untuk terus mengembangkan berbagai produk investasi emas. Bank juga telah memiliki layanan emas yang cukup beragam sehingga pengembangan instrumen baru dapat di lakukan dengan memanfaatkan ekosistem yang sudah tersedia.
Apa Itu ETF Emas?
ETF atau Exchange Traded Fund pada dasarnya merupakan produk investasi yang di perdagangkan di bursa seperti saham. ETF emas dapat memberikan investor eksposur terhadap pergerakan harga emas melalui suatu produk yang memiliki underlying atau aset dasar emas. Keunggulan ETF antara lain kemudahan transaksi serta fleksibilitas karena investor tidak perlu membeli dan menyimpan emas batangan secara langsung.
Namun, pengembangan ETF emas membutuhkan persiapan yang lebih kompleks di bandingkan produk jual beli emas biasa. BSI perlu memastikan struktur produk, mekanisme perdagangan, pengelolaan aset, hingga aspek kepatuhan terhadap prinsip syariah.
Persiapan Ekosistem Menjadi Kunci
Sebelum mengembangkan instrumen baru, BSI telah memperkuat ekosistem emas dari berbagai sisi. Bank tersebut memiliki layanan jual beli emas, cicil emas, gadai emas, hingga simpanan emas.
Layanan e-mas BSI, misalnya, memungkinkan nasabah melakukan pembelian, penjualan, penarikan emas fisik, serta berbagai transaksi lainnya. Investasi juga dapat dimulai dengan nominal relatif terjangkau, yaitu Rp50.000.
Selain produk untuk masyarakat, BSI juga aktif mendukung pembentukan ekosistem pasar bullion nasional. Pada Juli 2026, BSI turut mendukung Indonesia Bullion Market Association (IBMA), yang bertujuan memperkuat pasar bullion agar semakin terintegrasi, transparan, dan berdaya saing.
Tantangan dari Sisi Syariah
Sebagai bank syariah, Bank ini perlu memastikan produk ETF emas yang di kembangkan nantinya sesuai dengan ketentuan syariah. Hal tersebut menjadi salah satu aspek penting karena ETF memiliki mekanisme transaksi yang berbeda dengan jual beli emas fisik.
Struktur kepemilikan aset, akad, penyimpanan emas, proses perdagangan, serta mekanisme penyelesaian transaksi harus di rancang secara hati-hati. Dengan demikian, produk yang di kembangkan tidak hanya menarik dari sisi investasi, tetapi juga memberikan kepastian kepada masyarakat bahwa produk tersebut sesuai dengan prinsip syariah.
Peluang Perluasan Investasi Emas
Pengembangan ETF emas berpotensi membuka akses investasi yang lebih luas. Masyarakat memiliki lebih banyak pilihan untuk mendapatkan eksposur terhadap emas sesuai dengan kebutuhan dan profil investasinya.
Selama ini, sebagian masyarakat mengenal emas dalam bentuk perhiasan, emas batangan, cicilan emas, atau tabungan emas. ETF dapat menjadi alternatif bagi investor yang sudah terbiasa menggunakan instrumen pasar modal.
Perkembangan tersebut juga sejalan dengan meningkatnya minat masyarakat terhadap emas. Kemudian Bank ini mencatat pertumbuhan cicil emas yang mencapai 97,90 persen secara tahunan hingga April 2026.
BSI Perkuat Posisi sebagai Bank Emas
Bank ini telah memperkuat identitasnya sebagai bank yang memiliki ekosistem emas cukup lengkap. Per Juni 2026, total emas yang di kelola BSI mencapai 24,01 ton. Jumlah nasabah bullion juga meningkat pesat sepanjang 2026.