Site icon LapakViral24

China Pecat Jenderal Topnya Karena Di Duga Korupsi

China

China Pecat Jenderal Topnya Karena Di Duga Korupsi

China Jadi Sorotan Dunia Setelah Mengambil Langkah Dramatis Dengan Memecat Jenderal Tinggi Militer Akibat Dugaan Pelanggaran Disiplin Serius. Langkah tersebut diumumkan oleh Kementerian Pertahanan China yang menyatakan penyelidikan formal telah dimulai.

Jenderal Zhang Youxia, 75 tahun, yang menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi Militer Pusat (CMC) posisi strategis kedua setelah Presiden kini sedang di selidiki. Dia menghadapi tuduhan “pelanggaran disiplin serius dan hukum” yang lazim di pakai untuk merujuk pada kasus korupsi tingkat tinggi di tubuh pemerintah dan militer.

Selain Zhang, pejabat tinggi militer lainnya, Liu Zhenli, juga menjadi target penyelidikan karena dugaan pelanggaran disiplin yang sama. Situasi ini menandai perkembangan terbaru dari gelombang pemberantasan korupsi yang terus berlangsung di China.

Latar Belakang Pemecatan dan Penyebabnya

Pemecatan dua jenderal top ini merupakan bagian dari kampanye antikorupsi besar-besaran yang di jalankan Presiden Xi Jinping sejak ia menjabat dan makin intensif dalam beberapa tahun terakhir. Kampanye itu menyasar berbagai elemen partai, pemerintah, dan militer.

Istilah “pelanggaran disiplin serius” dalam konteks China biasanya mencakup korupsi besar. Penyalahgunaan kekuasaan, dan pelanggaran hukum lainnya. Pemerintah Tiongkok tidak selalu merinci secara publik bukti spesifik pelanggaran para pejabat yang diselidiki.

Pemberantasan korupsi di militer China tidak hanya terjadi kali ini saja. Sejak 2012, ribuan pejabat militer telah di periksa, di beri sanksi administratif, atau di pecat karena keadaan serupa. Penyelidikan terbaru menjadikan Zhang dan Liu sebagai tokoh militer paling tinggi yang menghadapi tuduhan semacam ini.

Peran Politik dan Loyalitas Militer China

Selain tuduhan korupsi, beberapa analis mengatakan bahwa upaya ini juga berkaitan dengan konsolidasi kekuasaan politik Presiden Xi Jinping atas Angkatan Bersenjata Rakyat China (People’s Liberation Army). Pengawasan loyalitas militer dianggap penting untuk menjaga kontrol Partai Komunis atas institusi militer.

Walaupun Zhang pernah di pandang sebagai loyalis Presiden, tudingan terhadapnya menunjukkan bahkan pejabat paling senior pun tidak kebal dari penyelidikan. Hal ini menunjukkan bahwa political loyalty (kesetiaan politik) kini juga menjadi bagian penting dari penilaian pejabat tinggi militer dalam struktur kekuasaan China.

Beberapa pihak menilai pemecatan ini menunjukkan ambisi Xi untuk mengokohkan kendali atas militer menjelang periode politik penting. Termasuk peristiwa politik besar di akhir dekade ini.

Dampak pada Struktur Militer China

Langkah penyelidikan dan pemecatan terhadap jenderal tingkat atas ini di perkirakan akan memiliki dampak signifikan terhadap struktur komando militer China. Bahkan Komisi Militer Pusat kini hanya menyisakan sedikit anggota selain Xi sendiri. Memperkecil ruang bagi faksi internal memiliki suara berpengaruh.

Beberapa analis mengingatkan bahwa konsolidasi kekuasaan ini berpotensi memperkecil sistem cek dan balance internal. Sekaligus meningkatkan peran Xi dalam pengambilan keputusan militer strategis.

Meski pemberantasan korupsi di militer di anggap memperkuat disiplin internal, beberapa pengamat menyatakan bahwa ketergantungan besar pada satu figur pemimpin dapat melemahkan dinamika strategis militer sendiri dalam jangka panjang.

Respons Pemerintah dan Publik

Pemerintah China secara resmi menegaskan bahwa penyelidikan ini merupakan bagian dari upaya membasmi korupsi dan pelanggaran disiplin dalam tubuh negara dan militer. Otoritas menegaskan akan menindak tegas siapapun yang melanggar hukum, tidak peduli posisinya.

Namun, karena sifat penegakan hukum di China yang tertutup bagi publik, detail proses penyelidikan dan bukti yang di sajikan kepada masyarakat umum masih sangat terbatas.

Isu ini juga mendapat perhatian internasional karena China adalah kekuatan militer besar dengan pengaruh global yang signifikan. Siapa pun yang berposisi tinggi dalam militer negara ini memiliki dampak besar pada kebijakan pertahanan dan hubungan internasional.

Pemecatan dan penyelidikan terhadap jenderal top seperti Zhang Youxia dan Liu Zhenli menunjukkan ketegasan kebijakan antikorupsi China sekaligus menegaskan dinamika politik internal di tubuh negara tersebut. Pemerintah China di bawah Presiden Xi Jinping tampak bersikap tegas terhadap pelanggaran disiplin dan korupsi. Meski langkah ini juga di pandang sebagai bagian dari upaya menyatukan kontrol militer dan politik di bawah kepemimpinan pusat.

Exit mobile version