Site icon LapakViral24

Denada Tambunan Akui Ressa Adalah Anak Kandungnya

Denada Tambunan

Denada Tambunan Akui Ressa Adalah Anak Kandungnya

Denada Tambunan Akui Bahwa Ressa Rizky Rossano Adalah Anak Kandungnya, Dan Meminta Maaf Karena Tidak Mengasuh Ressa Sejak Masih Bayi. Pengakuan ini muncul di tengah polemik panjang antara Denada dan Ressa yang memanas hingga menjadi perbincangan luas di media sosial dan media massa.

Isu ini mencuat kembali ketika Denada membagikan sebuah video melalui akun Instagram pribadinya. Menyatakan secara jujur bahwa Ressa yang kini sudah dewasa adalah darah dagingnya. Dalam pernyataannya, Denada berulang kali meminta maaf kepada Ressa atas keputusan di masa lalu untuk tidak membesarkan dan tinggal bersama sang anak sejak kecil.

“Saya Denada Tambunan menyatakan bahwa Ressa Rizky Rossano ialah anak saya kandung,” ujar Denada dalam video yang emosional. Ia menambahkan, “Saya betul-betul mohon maaf kepada Ressa karena ia tidak hidup sama saya sejak waktu kecil, karena pada saat itu kondisi psikis saya tidak layak.”

Pernyataan ini mengejutkan publik karena selama bertahun-tahun, hubungan keluarga antara Denada Tambunan dan Ressa tidak pernah di ungkap secara jelas. Kabar ini kemudian memicu respons luas, baik simpati dari sebagian masyarakat maupun pertanyaan tentang masa lalu hubungan mereka.

Alasan Psikis yang Belum Pernah Di ungkap Sebelumnya Denada Tambunan

Denada menjelaskan bahwa ketika Ressa masih bayi, ia berada dalam keadaan kondisi psikologis yang tidak stabil dan tidak layak untuk mengambil tanggung jawab sebagai orang tua. Ia mengaku bahwa pada waktu itu ia merasa belum siap secara mental untuk membesarkan seorang anak, kondisi yang kini sangat ia sesali.

Lebih lanjut ia menyampaikan bahwa keputusan tersebut merupakan sebuah kesalahan besar. Sebuah kebodohan dan kekhilafan yang ia sesali sampai sekarang. Terutama karena ia baru mengungkapkan kebenaran ini setelah bertahun-tahun lamanya.

“saya ingin minta maaf juga sama Ressa karena baru ini memberi tahunya kalau dia anak kandung saya,” kata Denada dengan nada suara yang bergetar akibat emosi.

Polemik Hukum yang Meningkat dan Harapan Perdamaian

Isu ini tidak hanya menjadi konsumsi publik semata, tetapi juga telah memasuki ranah hukum. Ressa Rizky Rossano pernah melayangkan gugatan perdata di Pengadilan Negeri Banyuwangi, menuntut Denada atas dugaan penelantaran anak selama puluhan tahun. Termasuk kompensasi materiil atas biaya hidup dan pendidikan yang di sebut tidak pernah di berikan.

Kasus ini mencuat ketika Ressa yang berusia sekitar 24 tahun mengungkapkan identitasnya sebagai anak kandung Denada. Dan mengklaim ia di besarkan jauh dari Denada sejak kecil. Gugatan tersebut memicu reaksi luas dari publik serta memunculkan banyak pertanyaan tentang tanggung jawab seorang orang tua.

Namun dalam pengakuannya, Denada berharap bahwa konflik ini dapat menemukan titik terang yang membawa kedamaian. Ia menyatakan doa dan harapan besar agar Ressa bisa memaafkan dan menerima dirinya kembali sebagai ibu, meskipun ia sadar banyak hal yang harus di perbaiki dan di pelajari agar menjadi sosok ibu yang baik.

Respon Publik dan Dampak Media Sosial

Unggahan video permintaan maaf Denada menjadi cepat viral sejak pertama kali di bagikan. Komentar dari netizen beragam ada yang memberikan dukungan dan empati. Namun tidak sedikit pula yang mempertanyakan alasan di balik keputusan masa lalu tersebut. Banyak warganet menilai bahwa pengakuan ini muncul karena tekanan publik yang semakin besar. Sementara beberapa lainnya melihatnya sebagai upaya Denada untuk memperbaiki hubungan yang retak.

Selain itu, unggahan tersebut juga berdampak pada citra publik Denada sebagai artis. Karena isu keluarga seperti ini selalu menjadi salah satu topik sensitif yang menyentuh banyak pihak.

Harapan dan Pelajaran dari Kisah Ini

Kisah ini menjadi refleksi tentang pentingnya komunikasi, tanggung jawab, serta kesehatan psikologis seorang orang tua dalam membesarkan anak. Keberanian Denada Tambunan untuk terbuka dan meminta maaf bisa menjadi pelajaran bagi banyak orang bahwa mengakui kesalahan dan berusaha memperbaiki hubungan keluarga adalah langkah penting dalam kehidupan

Exit mobile version