Site icon LapakViral24

Gubernur NTT, Pendampingan Trauma Healing Korban Gempa Butuh Waktu

Gubernur NTT

Gubernur NTT, Pendampingan Trauma Healing Korban Gempa Butuh Waktu

Gubernur NTT Melki Laka Lena Menilai Pendampingan Psikologis Atau Trauma Healing Bagi Masyarakat Terdampak Gempa Membutuhkan Waktu. Pemulihan mental tidak dapat dilakukan secara instan karena setiap korban memiliki pengalaman dan tingkat trauma yang berbeda.

Pendampingan menjadi bagian penting dalam proses pemulihan agar masyarakat dapat kembali menjalani kehidupan sehari-hari secara perlahan.

Trauma Tidak Hilang dalam Waktu Singkat

Bencana alam seperti gempa dapat meninggalkan pengalaman yang sangat berat bagi masyarakat. Guncangan, kerusakan rumah, kehilangan harta benda, hingga kemungkinan kehilangan anggota keluarga dapat menimbulkan tekanan psikologis.

Kondisi tersebut membuat sebagian penyintas mengalami ketakutan ketika merasakan getaran atau mendengar suara tertentu yang mengingatkan mereka pada kejadian gempa.

Karena itu, trauma healing tidak dapat dipandang sebagai kegiatan yang selesai hanya dalam satu kali pertemuan. Pendampingan perlu di lakukan secara bertahap dan menyesuaikan kondisi masing-masing korban.

Pengalaman penanganan bencana di berbagai daerah juga menunjukkan bahwa masyarakat dapat tetap mengalami trauma meskipun kondisi darurat telah berakhir. Pendampingan psikologis diperlukan untuk membantu penyintas membangun kembali rasa aman dan kepercayaan diri.

Anak-Anak Menjadi Perhatian

Kelompok anak menjadi salah satu pihak yang membutuhkan perhatian khusus setelah bencana. Anak-anak dapat menunjukkan respons berbeda ketika menghadapi situasi traumatis.

Sebagian anak mungkin menjadi lebih pendiam, mudah takut, sulit tidur, atau enggan berada di tempat tertentu. Ada pula yang kembali menunjukkan perilaku seperti anak yang lebih kecil.

Oleh sebab itu, kegiatan pemulihan bagi anak dapat di lakukan melalui aktivitas yang menyenangkan dan sesuai usia. Bermain, menggambar, bernyanyi, bercerita, serta berinteraksi dengan teman sebaya dapat menjadi bagian dari proses pemulihan psikologis.

Pendekatan tersebut membantu anak mendapatkan kembali rasa aman sekaligus memberikan kesempatan untuk mengekspresikan perasaan yang sulit disampaikan melalui kata-kata.

Masyarakat Membutuhkan Rasa Aman

Pemulihan trauma juga berkaitan erat dengan kondisi lingkungan sekitar. Penyintas akan lebih mudah memulihkan kondisi psikologis apabila kebutuhan dasar mereka terpenuhi.

Ketersediaan tempat tinggal sementara, makanan, air bersih, layanan kesehatan, serta kepastian mengenai kondisi keluarga dapat membantu mengurangi kecemasan.

Dalam penanganan bencana, bantuan psikologis idealnya berjalan bersamaan dengan pemenuhan kebutuhan dasar. Ketika masyarakat masih menghadapi ketidakpastian mengenai tempat tinggal dan keselamatan keluarga, proses pemulihan mental dapat menjadi lebih sulit.

Karena itu, koordinasi antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, relawan, psikolog, dan berbagai organisasi kemanusiaan menjadi penting.

Gubernur NTT Pendampingan Harus Berkelanjutan

Pernyataan mengenai kebutuhan waktu dalam trauma healing menunjukkan bahwa pemulihan pascabencana tidak berhenti ketika masa tanggap darurat selesai.

Sebagian korban mungkin terlihat sudah kembali beraktivitas seperti biasa, tetapi belum tentu kondisi psikologisnya benar-benar pulih. Pengalaman traumatis dapat kembali muncul ketika seseorang menghadapi situasi yang mengingatkan mereka pada bencana.

Pendampingan berkelanjutan di perlukan untuk mengidentifikasi masyarakat yang masih membutuhkan bantuan. Jika di temukan keluhan psikologis yang lebih berat, korban dapat di arahkan mendapatkan layanan profesional.

Pendekatan seperti ini penting agar masyarakat tidak di biarkan menghadapi dampak psikologis bencana seorang diri.

Gotong Royong dalam Pemulihan

Pemulihan pascagempa membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Pemerintah memiliki peran dalam menyediakan layanan dan memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi, sementara keluarga dan lingkungan sekitar dapat memberikan dukungan emosional.

Kehadiran relawan juga dapat membantu menciptakan berbagai kegiatan yang membuat masyarakat kembali berinteraksi. Aktivitas bersama dapat menjadi sarana untuk mengembalikan rutinitas sekaligus memperkuat hubungan sosial.

Dalam situasi bencana, dukungan sosial menjadi salah satu unsur penting dalam proses pemulihan. Masyarakat yang merasa tidak sendirian dalam menghadapi musibah memiliki ruang lebih besar untuk bangkit secara perlahan.

Pemulihan Fisik dan Mental Harus Berjalan Bersamaan

Gempa bumi memang meninggalkan kerusakan yang dapat terlihat secara langsung. Namun, luka psikologis sering kali tidak terlihat sehingga membutuhkan perhatian khusus.

Pembangunan kembali rumah, fasilitas kesehatan, sekolah, dan infrastruktur merupakan bagian penting dari pemulihan. Pada saat yang sama, kondisi mental para penyintas juga harus mendapatkan perhatian.

Exit mobile version