Site icon LapakViral24

Menpar: Belanja Jadi Daya Tarik Utama Turis Ke Indonesia

Menpar: Belanja Jadi Daya Tarik Utama Turis ke Indonesia

Menpar: Belanja Jadi Daya Tarik Utama Turis ke Indonesia

Menpar, kembali menegaskan bahwa belanja wisata kini menjadi salah satu pilar utama daya tarik Indonesia bagi wisatawan mancanegara. Tren ini terlihat dari meningkatnya persentase pengeluaran turis untuk sektor retail, kuliner, kerajinan lokal, hingga produk budaya. Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia tidak hanya mengandalkan keindahan alam dan budaya, tetapi juga mulai mengarah pada strategi “experience-based tourism” yang menempatkan aktivitas belanja sebagai bagian penting perjalanan wisata.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menyampaikan bahwa Indonesia memiliki potensi sangat besar sebagai destinasi shopping tourism, terutama karena keberagaman produknya yang unik, ramah harga, dan mengusung identitas budaya. Dengan dukungan pemerintah, pelaku UMKM, dan pelaku industri kreatif, sektor ini di prediksi menjadi pendorong penting dalam pemulihan dan pertumbuhan ekonomi pariwisata nasional.

Kemenparekraf menyebut bahwa pengeluaran wisatawan untuk sektor belanja terus meningkat, terutama di Bali, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Labuan Bajo. Wisatawan asing rata-rata menghabiskan 20–35% dari total anggaran perjalanan mereka untuk berbelanja. Hal ini menunjukkan bahwa belanja bukan lagi aktivitas tambahan, tetapi menjadi kegiatan inti dalam perjalanan wisata.

Selain itu, sejumlah faktor turut memperkuat tren ini. Di antaranya kemudahan metode pembayaran digital, maraknya marketplace lokal yang menyediakan produk UMKM bersertifikasi, serta berkembangnya pusat perbelanjaan berkonsep lifestyle dan budaya. Banyak wisatawan kini datang dengan tujuan khusus: membeli kain tenun, perhiasan khas daerah, kerajinan kayu, kopi nusantara, atau produk wellness seperti minyak atsiri dan spa oil.

Banyak toko dan UMKM menawarkan workshop mini seperti membuat batik, meracik parfum lokal, hingga mencicipi kopi langsung dari roastery. Aktivitas ini memperkaya pengalaman belanja sekaligus memperkenalkan nilai budaya Indonesia.

Menpar, Kementerian memandang tren ini sebagai peluang emas. Dengan menggabungkan belanja dan cultural experience, Indonesia dapat memperpanjang lama tinggal wisatawan dan meningkatkan pengeluaran per kunjungan. Dampaknya tak hanya pada pariwisata, tetapi juga penguatan ekonomi kreatif yang menjadi tulang punggung perekonomian daerah.

Strategi Pemerintah: Bangun Ekosistem Belanja Pariwisata Yang Terintegrasi

Strategi Pemerintah: Bangun Ekosistem Belanja Pariwisata Yang Terintegrasi, untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi belanja, pemerintah menyiapkan berbagai strategi—mulai dari transformasi pusat perbelanjaan, integrasi UMKM, hingga kebijakan insentif bagi wisatawan. Salah satu prioritas utama adalah membangun ekosistem belanja yang nyaman, aman, dan mencerminkan identitas budaya.

Kementerian bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk mendorong revitalisasi kawasan belanja unggulan seperti Malioboro, Pasar Baru, Seminyak Village, dan berbagai creative market di kota-kota wisata. Revitalisasi ini tidak hanya berfokus pada desain fisik, tetapi juga peningkatan kualitas produk, display, storytelling, hingga pelayanan bagi turis asing.

Pemerintah juga memperkuat kurasi produk UMKM agar memenuhi standar internasional—baik dari segi kualitas bahan, packaging, maupun sertifikasi keamanan. Produk-produk Indonesia seperti tenun, wastra modern, kerajinan kayu, silver jewelry Bali, dan kopi spesialti kini banyak memasuki pasar global melalui strategi promosi pariwisata.

Selain kurasi, sistem pembayaran juga semakin di permudah. Wisatawan kini dapat bertransaksi menggunakan QRIS Global di ratusan ribu merchant di Indonesia. Langkah ini sangat di apresiasi wisatawan karena memudahkan pembayaran lintas negara tanpa perlu menukar mata uang dalam jumlah besar.

Dalam hal promosi, pemerintah meluncurkan program “Shop in Indonesia Campaign” yang mengajak wisatawan menjadikan belanja sebagai bagian wajib perjalanan. Kampanye ini menggandeng influencer internasional, platform digital, serta maskapai penerbangan untuk memperkenalkan produk-produk lokal kepada pasar global.

Tak hanya itu, festival belanja berkonsep budaya kini di gelar rutin di berbagai kota wisata. Event seperti Festival Wastra Nusantara, Bali Craft Week, dan Indonesia Shopping Festival menjadi ruang promosi bagi UMKM sekaligus atraksi wisata tambahan.

Semua strategi ini di arahkan agar sektor belanja mampu memberikan kontribusi signifikan dalam pencapaian target jumlah wisatawan asing pada tahun-tahun mendatang. Pemerintah optimistis bahwa dengan penguatan ekosistem, shopping tourism dapat menjadi salah satu mesin utama pemulihan ekonomi.

Destinasi Belanja Unggulan: Dari Bali Hingga Jakarta Menjadi Magnet Wisatawan

Destinasi Belanja Unggulan: Dari Bali Hingga Jakarta Menjadi Magnet Wisatawan, Indonesia memiliki sejumlah destinasi belanja unggulan yang kini menjadi magnet wisatawan internasional. Bali tetap menjadi pusat utama, khususnya kawasan Seminyak, Ubud, dan Canggu. Wisatawan datang untuk membeli produk fashion lokal, eco-lifestyle goods, hingga perhiasan khas Bali yang terkenal akan kualitas seni ukirnya. Toko-toko butik dan art market di Ubud juga mencuri perhatian dengan konsep etnik modern.

Jakarta tak kalah kuat sebagai pusat perbelanjaan. Pusat mal besar seperti Grand Indonesia, Plaza Indonesia, hingga Sarinah menjadi tujuan wisatawan karena koleksi brand lokalnya yang semakin mendunia. Sarinah khususnya bertransformasi menjadi pusat UMKM premium dengan kurasi ketat yang menonjolkan Indonesia dalam konsep modern.

Bandung terus mengukuhkan diri sebagai kota kreatif. Kawasan Dago, Cihampelas, dan creative space di sekitar Braga menjadi rujukan wisatawan yang mencari produk fashion independen, sepatu handmade, dan barang-barang kreatif dari brand lokal.

Di Yogyakarta, Malioboro dan Kotagede menjadi destinasi utama. Tenun, batik tulis, serta kerajinan perak banyak di buru wisatawan yang ingin membawa pulang produk bernilai seni tinggi. Sementara itu, Labuan Bajo mulai muncul sebagai destinasi belanja premium, terutama barang-barang kerajinan berbahan kayu lokal dan produk tenun Flores.

Di luar Jawa dan Bali, variasi destinasi belanja semakin berkembang. Medan, Makassar, dan Manado menawarkan produk kuliner khas sebagai komoditas unggulan. Banyak wisatawan membeli kopi Sumatra, kacang Macadamia Manado, hingga sambal khas Sulawesi yang kini menjadi buah tangan populer.

Beragamnya karakter setiap daerah menjadikan Indonesia unik sebagai destinasi belanja. Wisatawan tidak hanya membeli barang, tetapi juga mendapatkan pengalaman budaya yang melekat pada produk tersebut. Itulah yang membuat nilai belanja wisata di Indonesia terasa lebih otentik di bandingkan negara lain.

Harapan Ke Depan: Belanja Jadi Kekuatan Baru Pariwisata Indonesia

Harapan Ke Depan: Belanja Jadi Kekuatan Baru Pariwisata Indonesia, pemerintah berharap sektor belanja dapat terus menjadi salah satu kekuatan utama pariwisata Indonesia. Dengan semakin banyaknya wisatawan asing yang memprioritaskan pengalaman belanja, potensi peningkatan devisa dari sektor ini di anggap sangat besar. Industri ekonomi kreatif juga di harapkan tumbuh lebih cepat karena adanya permintaan tinggi dari wisatawan internasional.

Dalam lima tahun terakhir, tren wisata global menunjukkan perubahan yang cukup signifikan. Wisatawan tidak lagi hanya mengejar panorama alam atau kunjungan singkat ke landmark populer. Melainkan mencari pengalaman autentik berupa souvenir berkualitas, kuliner khas, hingga produk fashion yang hanya tersedia di daerah tertentu. Indonesia, dengan ribuan produk UMKM kreatifnya, di pandang sangat potensial untuk menjadi pusat shopping tourism di kawasan Asia Tenggara.

Dalam beberapa tahun mendatang, pemerintah menargetkan Indonesia dapat masuk dalam jajaran destinasi shopping tourism terbaik di Asia. Strategi jangka panjang mencakup penguatan brand lokal, peningkatan kualitas produk, ekspansi pemasaran internasional, serta peningkatan kapasitas UMKM agar mampu memenuhi permintaan global.

Selain itu, pemerintah menekankan pentingnya kolaborasi. Pelaku usaha, pemerintah daerah, komunitas kreatif, dan masyarakat lokal di harapkan bersinergi menciptakan lingkungan belanja yang nyaman, modern, tetapi tetap mempertahankan identitas budaya.

Dengan semakin membaiknya infrastruktur, meningkatnya konektivitas, dan berkembangnya teknologi digital, sektor belanja di prediksi akan terus menguat sebagai daya tarik utama wisatawan. Indonesia kini tidak hanya di kenal karena alam dan budayanya. Tetapi juga sebagai negara dengan produk kreatif berkualitas tinggi yang layak menjadi buah tangan wisatawan dunia Menpar.

Exit mobile version