Tesla Di Selidiki Regulator AS Soal Pintu Model 3

Tesla Di Selidiki Regulator AS Soal Pintu Model 3

Tesla, produsen kendaraan listrik asal Amerika Serikat yang di kenal dengan inovasi teknologi dan desain futuristisnya, kembali menjadi sorotan publik dan regulator internasional. Kali ini, Administrasi Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional Amerika Serikat (National Highway Traffic Safety Administration atau NHTSA) telah membuka penyelidikan formal terhadap sistem pintu kendaraan pada salah satu model andalannya, yaitu Tesla Model 3.

Penyelidikan ini berfokus pada mekanisme emergency door release atau rilis darurat pint. Yang di klaim tidak mudah di identifikasi atau di operasikan oleh penumpang dalam kondisi darurat. Fokus khususnya adalah pada sistem pintu manual cadangan yang di rancang untuk di gunakan bila sistem listrik gagal. Misalnya setelah kecelakaan serius atau pemutusan daya kendaraan.

Pada tanggal 23 Desember 2025, NHTSA membuka sebuah penyelidikan formal terhadap Tesla Model 3 tahun produksi 2022 terkait kekhawatiran bahwa mekanisme pintu darurat manual tersembunyi, tidak berlabel jelas. Dan tidak intuitif bagi penumpang ketika sistem listrik kendaraan gagal atau pada situasi kritis.

Penyelidikan ini mencakup sekitar 179.071 unit Tesla Model 3 yang berasal dari model tahun produksi 2022. Jumlah kendaraan ini mencerminkan sebaran luas Model 3 di pasar AS. Menjadikannya isu keselamatan besar yang memengaruhi ratusan ribu pemilik dan calon pembeli.

Salah satu alasan utama munculnya kekhawatiran ini adalah laporan dari pengguna yang pernah mengalami kejadian. Di mana mereka atau penumpang sulit membuka pintu setelah kecelakaan hebat. Sebuah laporan menyebut seorang pengemudi harus memecahkan kaca kendaraan karena tidak bisa membuka pintu ketika sistem listrik tidak aktif.

Tesla, regulator menjelaskan bahwa penyelidikan ini bukan serta-merta berarti recall akan di lakukan. Namun, jika NHTSA menemukan bukti bahwa desain pintu tersebut menciptakan safety defect atau cacat keselamatan, langkah perbaikan termasuk recall bisa di terapkan.

Latar Belakang Masalah Pintu Dan Historis Investigasi Tesla

Latar Belakang Masalah Pintu Dan Historis Investigasi Tesla Tesla di kenal sebagai pionir dalam banyak inovasi otomotif. Termasuk penggunaan gagang pintu listrik tersembunyi yang memberikan tampilan aerodinamis dan futuristik pada kendaraannya. Desain ini memang meningkatkan efisiensi aerodinamis dan estetika. Namun membawa tantangan baru dari sisi keselamatan darurat.

Pada model-model Tesla sebelumnya, seperti Model Y dan Model S. Masalah pintu serupa pernah memicu investigasi. Pada September 2025, NHTSA telah mengawali probe terhadap Model Y karena laporan bahwa pintu menjadi tidak berfungsi saat daya 12 volt turun atau mati dalam situasi tertentu.

Permasalahan pintu ini bukan hanya isu desain estetika. Tetapi berpotensi menghambat evakuasi penumpang ketika sistem elektronik gagal setelah kecelakaan. Apalagi jika terjadi kebakaran atau kondisi ekstrem lain. Dalam beberapa kasus yang di laporkan oleh media internasional. Setidaknya 15 warga di yakini meninggal karena pintu kendaraan listrik, termasuk Tesla, tidak bisa di buka pasca kecelakaan. Sebuah catatan yang mencederai citra keselamatan mobil listrik bila benar terjadi.

Lebih jauh lagi, sistem rilis manual di Tesla tidak selalu konsisten dalam hal letak dan fungsi antarmodel. Misalnya pada beberapa kendaraan, sistem rilis cadangan berada di bawah karpet. Di belakang panel tersembunyi, atau posisi lain yang tidak intuitif bagi pengguna yang tidak terbiasa. Hal ini menimbulkan kekhawatiran bahwa dalam waktu singkat yang di miliki saat terjadi kecelakaan, penumpang bisa gagal menemukan rilis tersebut.

Kritik terhadap desain pintu listrik tidak hanya datang dari konsumen. Tetapi juga pengamat keselamatan otomotif dan bahkan regulator di berbagai negara. Di China, misalnya, pemerintah setempat berencana melarang desain gagang pintu elektrik tersembunyi mulai 2027 demi alasan keselamatan. Karena banyak keluhan pintu sulit di buka saat terjadi kecelakaan atau cuaca ekstrem.

Masalah desain pintu bagi Tesla menunjukkan bahwa adopsi teknologi baru yang ambisius harus berjalan seiring dengan pertimbangan risiko keselamatan yang matang. Terutama di kendaraan yang di pasarkan secara global.

Dampak Penyelidikan Terhadap Tesla Dan Industri Otomotif

Dampak Penyelidikan Terhadap Tesla Dan Industri Otomotif penyelidikan NHTSA ini datang pada saat Tesla tengah menghadapi tekanan regulasi di banyak front. Termasuk investigasi terhadap sistem Full Self-Driving (FSD) yang melibatkan hampir jutaan kendaraan karena dugaan pelanggaran aturan keselamatan lalu lintas.

Dalam kasus pintu Model 3, dampaknya terlihat dari reaksi pasar modal. Ketika kabar penyelidikan ini muncul, saham Tesla sempat mengalami penurunan karena kekhawatiran investor tentang potensi biaya perbaikan, recall, atau kerusakan reputasi.

Bagaimana hal ini dapat memengaruhi konsumen? Bila NHTSA menemukan cacat keselamatan yang signifikan. Tesla mungkin harus mengeluarkan biaya besar untuk perbaikan atau modifikasi desain pintu, termasuk perbaikan di sebagian besar unit Model 3 yang beredar di AS. Ini otomatis menjadi beban tambahan bagi perusahaan yang sudah menghadapi tekanan biaya produksi dan kompetisi global.

Selain itu, masalah pintu ini bisa memengaruhi kepercayaan konsumen terhadap brand Tesla. Selama ini, banyak konsumen memilih Tesla karena teknologi tinggi dan reputasi keselamatan yang baik pada beberapa tes tabrak. Sebuah masalah fundamental seperti pintu yang sulit di operasikan dalam kondisi darurat dapat mengurangi kepercayaan pengguna terhadap keamanan kendaraan listrik secara umum, tidak hanya Tesla.

Dampak lain adalah terhadap persaingan industri otomotif. Produsen lain seperti Ford, General Motors. Dan Toyota kini dapat menggunakan isu ini sebagai momentum untuk menonjolkan desain pintu tradisional mereka sebagai lebih aman atau lebih mudah di gunakan dalam kondisi darurat. Bahkan pabrikan lain yang lebih konservatif dari segi desain bisa mendapatkan keuntungan kompetitif dari masalah desain pintu Tesla.

Lebih jauh lagi, penyelidikan ini mungkin bisa mendorong standarisasi desain pintu dan mekanisme darurat yang lebih ketat di masa depan. Memaksa semua produsen mobil listrik untuk meninjau kembali desain pintu mereka. Hal ini dapat menjadi perubahan regulasi besar berikutnya dalam industri otomotif global.

Potensi Solusi, Tanggapan Tesla, Dan Masa Depan Mobil Listrik

Potensi Solusi, Tanggapan Tesla, Dan Masa Depan Mobil Listrik soal keselamatan pintu, Tesla tidak tinggal diam. Sebelumnya, perusahaan sempat mengumumkan bahwa mereka sedang menyederhanakan desain gagang pintu elektris dan menggabungkan mekanisme rilis elektronik serta manual dalam satu tombol untuk membuatnya lebih intuitif bagi pengguna.

Desain baru ini bertujuan memastikan bahwa dalam keadaan darurat. Pengemudi maupun penumpang dapat langsung mengenali dan mengoperasikan mekanisme pembuka pintu tanpa kebingungan, bahkan saat sistem listrik mati atau layar kontrol utama tidak berfungsi.

Penyelidikan ini berasal dari sebuah defect petition atau permohonan resmi yang di ajukan ke NHTSA pada akhir November 2025. Permohonan tersebut menyatakan bahwa pengaturan pintu darurat saat sistem elektronik tidak berfungsi selama kecelakaan dapat menghambat proses evakuasi penumpang.

Tesla sebelumnya juga menyatakan bahwa mobilnya dapat secara otomatis membuka kunci pintu setelah tabrakan serius dan menghubungi layanan darurat sebagai bagian dari sistem keselamatan yang terintegrasi. Namun, fitur-fitur tersebut masih belum menggantikan kebutuhan akan mekanisme pintu manual yang jelas dan mudah di jangkau pada semua titik penumpang.

Bagaimana dengan regulasi di masa depan? Banyak analis otomotif menilai bahwa kejadian ini merupakan panggilan bagi semua produsen mobil listrik untuk memperhatikan lebih serius aspek ergonomi keselamatan. Tidak hanya soal desain visual, tetapi juga faktor manusia seperti intuisi, kebiasaan, dan respon cepat dalam kondisi darurat.

Ada kemungkinan NHTSA dan badan keselamatan lain di dunia memperkenalkan standar yang lebih ketat untuk semua kendaraan listrik mengenai aksesibilitas kontrol darurat pintu. Terutama ketika sistem elektronik utama tidak berfungsi. Ini bisa menjadi bagian dari regulasi global baru yang menempatkan keselamatan pengguna di posisi yang lebih tinggi dalam desain otomotif masa depan Tesla.