
Try Sutrisno Wafat, Pemerintah Sebut Salah Satu Putra Terbaik
Try Sutrisno Wakil Presiden Ke-6 Republik Indonesia Meninggal Dunia Pada Senin Pagi, 2 Maret 2026, Salah Satu Pahlawan Bangsa. Tokoh militer sekaligus negarawan senior tersebut meninggal dunia pada usia 90 tahun setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta.
Kabar duka ini di konfirmasi oleh pemerintah melalui Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi yang menyampaikan rasa kehilangan mendalam. Atas kepergian sosok yang di nilai telah memberikan pengabdian besar bagi bangsa dan negara. Pemerintah menyebut Try Sutrisno sebagai salah satu putra terbaik Indonesia yang sepanjang hidupnya mendedikasikan diri untuk kepentingan rakyat dan negara.
Dalam pernyataannya, Mensesneg mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk mendoakan almarhum agar segala amal ibadahnya di terima serta mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa. Wafatnya Try Sutrisno yang bertepatan dengan bulan suci Ramadhan menambah suasana haru di tengah masyarakat.
Pemerintah juga menekankan pentingnya meneladani nilai pengabdian, kepemimpinan, serta semangat nasionalisme yang selama ini di tunjukkan oleh Try Sutrisno. Generasi muda di harapkan dapat melanjutkan semangat darma bakti yang telah di wariskan oleh almarhum.
Jejak Karier Militer yang Panjang
Try Sutrisno di kenal luas sebagai tokoh militer berpengaruh sebelum memasuki dunia politik nasional. Ia mengawali kariernya di Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat setelah menempuh pendidikan militer pada akhir 1950-an.
Kariernya terus menanjak hingga di percaya menduduki berbagai posisi strategis, mulai dari Kepala Staf Angkatan Darat hingga Panglima ABRI pada periode 1988–1993. Jabatan tersebut menjadikannya salah satu figur penting dalam sistem pertahanan dan keamanan Indonesia pada masa itu.
Pengalaman panjang di dunia militer kemudian mengantarkannya ke panggung politik nasional ketika ia terpilih sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia periode 1993–1998 mendampingi Presiden Soeharto.
Peran Try Sutrisno sebagai Wakil Presiden
Sebagai Wakil Presiden ke-6 RI, Try Sutrisno menjalankan tugas pemerintahan pada masa yang penuh dinamika politik menjelang era reformasi. Ia berperan dalam berbagai kebijakan strategis negara serta menjaga stabilitas nasional di tengah perubahan sosial dan ekonomi yang terjadi saat itu.
Meski telah purna tugas dari pemerintahan, Try Sutrisno tetap aktif dalam berbagai kegiatan kebangsaan. Dalam beberapa tahun terakhir, ia masih terlibat dalam forum kenegaraan serta menjadi tokoh senior yang kerap memberikan pandangan terkait isu nasional.
Ia juga diketahui menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) periode 2022–2027. Menunjukkan komitmennya yang terus berlanjut terhadap penguatan nilai-nilai kebangsaan.
Prosesi Penghormatan Terakhir
Setelah wafat, jenazah almarhum disemayamkan di rumah duka di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Pemerintah memastikan proses pemulasaraan hingga pemakaman di lakukan dengan penghormatan kenegaraan. Dan upacara militer sebagai bentuk penghargaan atas jasa-jasanya kepada bangsa.
Rencananya, ia di makamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta, berdampingan dengan tokoh-tokoh nasional lainnya yang telah berjasa bagi Indonesia.
Warisan Pengabdian untuk Bangsa
Kepergian Sutrisno meninggalkan jejak panjang dalam sejarah perjalanan Indonesia, baik di bidang militer maupun pemerintahan. Sosoknya di kenal sebagai prajurit yang disiplin, pemimpin yang tegas, serta figur yang konsisten menjaga nilai persatuan nasional.
Bagi banyak kalangan, Try Sutrisno bukan hanya seorang mantan wakil presiden. Melainkan simbol generasi pemimpin yang tumbuh dari masa perjuangan hingga pembangunan nasional.
Wafatnya Try Sutrisno menjadi pengingat bahwa perjalanan bangsa Indonesia di bangun oleh dedikasi para tokoh yang mengabdikan hidupnya untuk negara. Warisan nilai kepemimpinan, loyalitas, dan semangat pengabdian yang ia tinggalkan di harapkan terus hidup dan menjadi inspirasi bagi generasi penerus Indonesia di masa depan.