
Harga Bahan Baku Naik, Begini Strategi Es Teler 77 Jaga Margin
Harga Bahan Baku Yang Naik Menjadi Salah Satu Tantangan Yang Harus Di Hadapi Pelaku Bisnis Kuliner, Khususnya Pemilik Es Teler 77. Kondisi tersebut juga di rasakan Es Teler 77 yang harus menjaga biaya operasional tetap terkendali di tengah persaingan industri makanan dan minuman atau food and beverage (F&B) yang semakin ketat.
CEO Es Teler 77 Yenny Setia Widjaja mengatakan perusahaan tidak bisa begitu saja menaikkan harga menu setiap kali terjadi kenaikan bahan baku. Pasalnya, harga jual juga berkaitan erat dengan kemampuan daya beli konsumen.
Menurut Yenny, menaikkan harga terlalu tinggi berisiko membuat produk menjadi kurang di minati. Karena itu, perusahaan memilih mencari ruang efisiensi untuk mempertahankan margin sekaligus menjaga kualitas makanan dan minuman yang ditawarkan.
Kenaikan Bahan Baku Jadi Tantangan Bisnis F&B
Bisnis kuliner memiliki tantangan tersendiri karena biaya bahan baku merupakan salah satu komponen penting dalam menentukan harga pokok penjualan atau HPP. Ketika harga bahan baku meningkat, margin keuntungan dapat ikut tertekan apabila harga jual tidak mengalami perubahan.
Namun, kondisi pasar membuat pelaku usaha tidak selalu leluasa meneruskan seluruh kenaikan biaya tersebut kepada konsumen. Es Teler 77 melihat daya beli masyarakat sebagai faktor yang harus diperhitungkan sebelum menentukan perubahan harga.
Yenny menjelaskan bahwa perusahaan harus menghitung secara cermat bagian mana yang masih dapat di efisienkan. Langkah tersebut di lakukan agar kenaikan biaya tidak langsung di bebankan sepenuhnya kepada pelanggan.
Fokus pada Efisiensi
Salah satu strategi utama Es Teler 77 adalah melakukan efisiensi di berbagai bagian bisnis. Efisiensi tersebut tidak di lakukan dengan mengurangi kualitas produk secara sembarangan, melainkan dengan mengevaluasi proses dan mencari bagian yang masih dapat di buat lebih optimal.
Yenny mengatakan perusahaan terus menghitung bagian mana yang dapat di efisienkan serta mencari produk yang sesuai dengan kondisi biaya saat ini. Pendekatan tersebut menjadi salah satu cara untuk menjaga margin ketika harga bahan baku mengalami tekanan.
Strategi efisiensi menjadi semakin penting karena bisnis F&B harus menjaga keseimbangan antara harga, kualitas dan keuntungan. Jika biaya di tekan terlalu jauh, kualitas produk berpotensi terpengaruh. Sebaliknya, jika seluruh kenaikan biaya langsung di masukkan ke harga jual, konsumen bisa mempertimbangkan kembali pembelian.
Tidak Bisa Sembarangan Naikkan Harga
Es Teler 77 juga menghadapi dilema ketika menentukan harga jual. Secara bisnis, kenaikan harga bahan baku dapat menjadi alasan untuk melakukan penyesuaian harga. Namun, perusahaan harus mempertimbangkan kondisi konsumen. Yenny menegaskan bahwa kenaikan harga produk tidak bisa di lakukan secara otomatis mengikuti kenaikan bahan baku. Daya beli masyarakat tetap menjadi pertimbangan penting.
Hal tersebut membuat pengelolaan HPP menjadi semakin penting. Perusahaan perlu mengetahui secara detail biaya yang di keluarkan untuk setiap produk sehingga dapat menentukan strategi harga tanpa mengorbankan margin secara berlebihan. Dengan perhitungan tersebut, efisiensi dapat di lakukan lebih terarah. Perusahaan juga memiliki ruang untuk menentukan produk mana yang masih memberikan margin memadai dan bagian mana yang perlu di perbaiki.
Strategi di Tengah Program Diskon
Tantangan lain muncul ketika Es Teler 77 melakukan penjualan melalui platform digital. Kerja sama dengan TikTok Go by Tokopedia, misalnya, membuat perusahaan perlu memperhitungkan harga jual dan program diskon secara lebih cermat.
Diskon memang dapat membantu menarik perhatian konsumen dan meningkatkan transaksi. Namun, potongan harga juga dapat mengurangi margin apabila tidak dihitung dengan tepat.
Karena itu, Es Teler 77 tetap melakukan perhitungan agar produk yang di jual dengan harga lebih murah tetap memberikan keuntungan, meskipun marginnya lebih kecil. Yenny menyebut perhitungan tersebut perlu di lakukan dengan benar agar strategi promosi tidak justru membuat bisnis merugi.
Menjaga Kualitas Tetap Menjadi Perhatian
Di tengah tekanan biaya, Es Teler 77 tetap perlu mempertahankan kualitas produk. Strategi efisiensi tidak dapat di lakukan dengan mengorbankan cita rasa karena hal tersebut berkaitan langsung dengan pengalaman konsumen.