
Ifan Seventeen, Perjalanan Musik Dan Kebangkitan Dari Duka
Ifan Seventeen Di Kenal Luas Sebagai Vokalis Band Seventeen, Grup Musik Pop-Rock Indonesia Yang Berjaya Di Era 2000-An. Di balik suara khas dan lagu-lagu romantis yang melekat di hati pendengar, perjalanan hidup Ifan penuh liku—mulai dari puncak popularitas, tragedi besar, hingga upaya bangkit dan melanjutkan karier musik dengan keteguhan hati.
Ifan Seventeen, yang memiliki nama lengkap Riefian Fajarsyah, lahir pada 16 Maret 1983. Karier musiknya mulai di kenal publik saat ia bergabung sebagai vokalis band Seventeen pada 2006, menggantikan vokalis sebelumnya. Sejak saat itu, Seventeen mengalami lonjakan popularitas yang signifikan.
Bersama Ifan Seventeen, Seventeen merilis sejumlah album yang melahirkan lagu-lagu hits seperti Jaga Selalu Hatimu, Kemarin, Menemukanmu, dan Hal Terindah. Lirik yang sederhana namun emosional, di padukan dengan melodi yang mudah di ingat, membuat lagu-lagu Seventeen di gemari lintas generasi.
Puncak Popularitas dan Ciri Khas Musik
Di masa kejayaannya, Seventeen di kenal sebagai band yang konsisten menghadirkan lagu bertema cinta, kesetiaan, dan pengorbanan. Vokal Ifan yang lembut namun penuh emosi menjadi ciri khas utama band ini. Penampilan panggung yang hangat dan dekat dengan penonton membuat Seventeen memiliki basis penggemar yang loyal.
Band ini kerap tampil di berbagai panggung besar, acara televisi, hingga festival musik di berbagai daerah. Seventeen bukan hanya sukses secara komersial, tetapi juga menjadi bagian dari memori musikal banyak orang Indonesia.
Tragedi Tsunami dan Kehilangan Mendalam
Perjalanan hidup Ifan Seventeen berubah drastis pada 22 Desember 2018, saat tsunami menerjang kawasan pesisir Selat Sunda. Tragedi tersebut merenggut nyawa seluruh personel Seventeen selain Ifan, serta sang istri tercinta, Dylan Sahara. Ifan menjadi satu-satunya anggota band yang selamat dari bencana tersebut.
Peristiwa ini menjadi salah satu tragedi paling memilukan dalam sejarah industri musik Indonesia. Ifan mengalami luka fisik dan trauma psikologis yang mendalam. Duka yang ia alami bukan hanya kehilangan rekan kerja, tetapi juga sahabat dan pasangan hidup dalam satu waktu.
Proses Bangkit dan Melanjutkan Hidup Ifan Seventeen
Pasca tragedi, Ifan membutuhkan waktu untuk memulihkan diri secara fisik dan mental. Ia sempat menarik diri dari dunia hiburan, menjalani proses penyembuhan, serta mencari makna baru dalam hidupnya. Dalam beberapa kesempatan, Ifan menyampaikan bahwa musik menjadi salah satu cara baginya untuk bertahan dan berdamai dengan kehilangan.
Pada 2020, Ifan merilis lagu Masih Harus Di Sini yang menjadi simbol kebangkitannya. Lagu tersebut sarat emosi dan refleksi, menggambarkan perjalanan batin seseorang yang harus tetap melangkah meski diliputi duka. Karya ini mendapat respons emosional dari publik dan menunjukkan sisi kedewasaan Ifan sebagai musisi.
Kiprah Musik dan Kehidupan Baru
Ifan Seventeen kemudian melanjutkan karier musiknya, baik sebagai solois maupun dengan membawa nama Seventeen sebagai bentuk penghormatan kepada para personel yang telah berpulang. Ia menegaskan bahwa langkah ini bukan untuk melupakan, melainkan menjaga warisan musik yang telah di bangun bersama.
Selain bermusik, Ifan juga aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan reflektif, sering membagikan pesan tentang ketabahan, keikhlasan, dan pentingnya menghargai kehidupan. Kehadirannya di media sosial pun kerap di gunakan untuk menyampaikan pesan positif dan inspiratif kepada penggemarnya.
Makna Ifan Seventeen bagi Publik
Ifan Seventeen bukan hanya di kenal sebagai penyanyi, tetapi juga sebagai simbol keteguhan hati dan ketahanan manusia dalam menghadapi cobaan besar. Perjalanannya mengajarkan bahwa kehilangan bukan akhir dari segalanya, dan bahwa seni—khususnya musik—dapat menjadi sarana penyembuhan yang kuat.
Bagi banyak orang, lagu-lagu Seventeen kini memiliki makna yang lebih dalam, tidak hanya tentang cinta, tetapi juga tentang kehilangan, harapan, dan keberanian untuk melanjutkan hidup.
Ifan Seventeen adalah potret seorang musisi yang tumbuh melalui pengalaman pahit dan bangkit dengan kekuatan batin. Dari panggung kejayaan hingga lembah duka terdalam, ia tetap berdiri dengan musik sebagai pijakan